Cataflam: Apa Itu dan Bagaimana Efek Sampingnya?

Cataflam dapat digunakan untuk mengobati rasa sakit, demam dan peradangan. Cataflam adalah merek obat dengan kandungan diklofenak, yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang dari kondisi seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, dan kram menstruasi. Diklofenak termasuk dalam kelas obat yang disebut obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan menghalangi produksi tubuh dari prostaglandin, hormon yang menyebabkan peradangan.

Jika Anda ingin menggunakan Cataflam, Anda bisa dapatkan di apotek online maupun offline dengan menggunakan resep dokter. Harga Cataflam di apotik berkisar 64.000 rupiah sampai 75.000 rupiah per blisternya (10 tablet). Harga di setiap apotek dapat berbeda-beda.

Informasi Dosis Cataflam

Dosis Cataflam setiap pasien dapat berbeda, tergantung pada usia dan kondisi Kesehatan pasien. Dosis Cataflam untuk meredakan nyeri seperti nyeri haid atau dismenore yaitu 50-100 mg sebanyak tiga kali sehari. Untuk meredakan keluhan osteoarthritis dosisna yaitu 50 mg sebanyak dua atau tiga kali sehari. Untuk meredakan keluhan rheumatoid arthritis dosisnya adalah 50 mg sebanyak tiga atau empat kali sehari. Cataflam dapat diminum sesudah makan untuk menghindari gangguan lambung. Untuk menentukan dosis yang tepat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.

Cataflam memiliki efek samping sama seperti obat-obatan lainnya. Efek samping Cataflam dapat berupa kantuk hingga iritasi lambung. Biasanya, efek samping ini akan hilang dalam waktu seminggu setelah Anda selesai pengobatan dengan Cataflam. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami demam atau gejala reaksi alergi, seperti gatal-gatal, nyeri dada, atau kesulitan bernapas.

Kelas dan Mekanisme Obat: Cataflam adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang termasuk dalam kelas obat yang disebut inhibitor COX. Ini juga merupakan analgesik (pereda nyeri).

Indikasi dan Penggunaan Cataflam: Dapat digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi, seperti radang sendi dan kram menstruasi. Cataflam juga digunakan untuk menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh sakit kepala, nyeri otot, sakit gigi dan kondisi umum lainnya.

Obat ini tidak boleh diberikan untuk pengobatan sendiri sakit kepala atau demam karena ada obat lain dengan efek samping yang lebih sedikit yang dapat digunakan untuk tujuan ini. Sebaiknya, sebelum Anda memulai penggunaan obat Cataflam terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah Anda bisa menggunakan obat ini atau tidak dengan kondisi Kesehatan Anda.

Interaksi Cataflam: Cataflam dapat berinteraksi dengan obat jantung atau tekanan darah seperti golongan diuretic, ACE Inhibtor, dan ARB. Efeknya dapat menurunkan efek penurunan tekanan darah dan peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan bersamaan.

Cataflam juga dapat berinteraksi dengan obat digoxin, lithium, dan methotrexate. Efeknya dapat terjadi peningkatan efek toksik jika digunakan bersamaan.

Cataflam tidak boleh diberikan dengan NSAID lain (seperti ibuprofen, naproxen, indometasin, asetosal, ketorolak), karena dapat meningkatkan efek samping pendarahan.

Cataflam juga dapat berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda konsumsi, termasuk produk yang mengandung asetaminofen (Tylenol); aspirin; antikoagulan seperti warfarin; NSAID lainnya seperti etodolac (Lodine), fenoprofen (Nalfon), flurbiprofen (Ansaid), indometasin (Indocin), ketoprofen (Orudis), ketorolac (Toradol), asam mefenamat (Ponstel), meloxicam, sulindac, tolmetin, dan lain-lain; diuretik seperti furosemide (Lasix); dan “obat lain yang mengandung diklofenak, asetaminofen atau kafein.”