Fakta Gunung Rinjani Yang Jarang Viral

Gunung Rinjani Segara Anak

# Foto di atas adalah properti dari website ini

Ada banyak sekali fakta tentang gunung rinjani yang seharusnya kita tahu namun jarang sekali diungkapkan di media apalagi sampai viral. kebanyakan tulisan-tulisan yang aku baca di internet hanyalah tulisan-tulisan yang ujung-ujungnya berniat menawarkan paket wisata pendakian. Ada yang soft selling ada juga yang direct selling, tapi intinya sama-sama jualan.

Apa aja sih fakta-fakta gunung rinjani tersebut?

Gunung rinjani dimiliki oleh 3 kabupaten

Secara administrasi, kawasan taman nasional gunung rinjani menjadi kewenangan 3 kabupaten yaitu kabupaten lombok timur, kabupaten lombok tengah, dan kabupaten lombok utara. Namun pendakian yang populer ada di wilayah kabupaten lombok timur ( Jalur Sembalun ) dan kabupaten lombok utara dengan jalur senaru dan jalur torean.

Gunung Rinjani termasuk kategori Stratovolcano

Stratovolcano adalah gunung berapi yang terbentuk dari lapisan lava dan abu secara bergantian. Stratovolcano biasanya ditemukan di sepanjang zona subduksi (daerah di mana satu lempeng tektonik didorong di bawah lempeng tektonik lain ke dalam Mantel Bumi).

Gunung Rinjani juga digolongkan sebagai gunung berapi somma, “kaldera vulkanik yang sebagian telah diisi oleh kerucut pusat baru” (dalam hal ini Gunung Barujari yang aktif).

Terakhir kali meletus pada tahun 2016

Letusan terakhir ini sempat menyebabkan penutupan bandara internasional lombok dan bandara ngurah rai bali. Letusan tersebut juga mempersempit luas danau segara anak.

Menjadi tempat suci umat hindu

Meskipun pulau lombok terkenal sebagai pulau seribu masjid, namun ternyata gunung rinjani ini juga sebagai tempat upacara umat beragama hindu. Upacara Mulang pakelem adalah upacara yang dilakukan setiap tahunnya. Dan masyarakat muslim sebagai mayoritas sangat bertoleransi atas hal tersebut.

Beban Porter Rinjani  Sampai 30 Kilogram

Rata-rata porter rinjani bisa membawa beban sampai 30 kilogram selama pendakian. Mungkin terdengar biasa-biasa saja kalau mendengar hanya 30 kilogram. Tapi… ini di gunung guys.. beda sama ngangkat beban di tempat gym.

Bermodal dua keranjang bambu, mereka terbiasa membawa bahan makanan, tabung gas, kompor gas, buah-buahan dan kadang barang bawaan para pendaki.