Tips Agar Pengelolaan Limbah Peternakan Anda Lebih Ekonomis

Limbah dari peternakan serta pemotongan ternak sebenarnya snaat bernilai ekonomi tinggi apabila di kelola secara terpadu oleh masyarakat yang unggul dan lembaga yang selalu melakukan pengembangan kemampuan. Masyarakat berperan sangatlah penting sebagai agen perubahan dan merupakan kunci keberhasilan pengelolaan peternakan yang terintegrasi khususnya dalam hal pemanfaatan limbah peternakan. Pengolahan limbah peternakan yang dimanfaatkan dengan benar akan mendatangkan nilai ekonomi sehingga mampu berkontrisusi bagi masyarakat di pedesaan.

Selain memperbaiki nilai ekonomi agar lebih baaik pengolahan dari limbah peternakan yang baik dan benarjuga dapat menurunkan efek gas rumah kaca kerena emisi gas metana yang berasal dari limbah peternakan dan pemotongan ternak. Peternakan saat ini terbukti sangat berkontribusi pada pencemaran tanah dan air yakni limbah peternakan menghasilkan emisi gas metan yang menyebabkan perubahan iklim.

Fakta dari perubahan iklim tersebut mendorong penerapan praktik peternakan yang terintegrasi dan dapat dikelola untuk menyuplai kebutuhan pangan dalam negeri serta ramah lingkungan dengan dikelolanya limbah peternakan dengan baik dan bernilai ekonomi.

Tips pengelolaan limbah peternakan

Dalam pengelolaan limbah peternakan diperlukan adanya revitalisasi pengelolaan limbah peternakan dan hasil ikutannya yang ramah lingkungan serta berorientasi ekonomi dengan mengedepankan prinsip Reduce (mengurangi), Re-use (menggunakan kembali) dan Re-cycle (mendaur ulang). Revitalisasi terhadap pemeliharaan dan penanganan limbah peternakan tersebut juga harus mengacu pada ekonomi siklus sebagai praktik bisnis yang menguntjngkan dengan emanfaatkan limbah serta produk samping dari aktivitas peternakan.

Circular economy atau ekonomi siklus meruapakan sebuah system dengan mempertahankan nilai dari produk material dan sumber daya di dalam siklus ekonomi selama mungkin sehingga limbah dan hasil ikutan ternak dapat diminimalkan. Di dalam konteks ii circular economy tidak hanya berfokus pada pengurangan ilmiah dengan prinsip 3R tadi akan tetapi juga merancang pemanfaatan limbah dan hasil ikutan menjadi produk yang berharga secara ekonomi dan bernilai jual tinggi.

Aplikasi dari circular economy ini akan membuat peternak dapat bertahan ketika terjadi guncangan fluktuasi harga pakan dan ternak. Mindset pengelolaan usaha peternakan perlu diubah secara terintegrasi agar menghasilkan nilai ekonomi tinggi. Saat ini limbah peternakan sendiri dianggap sampah, dengan mengusung konsep ini menjadikan limbah tersebut sebagai sumber daya pendapatan yang sangat menjanjikan.

Keunggulan dari pengelolaan limbah

Praktik 3R dan circular economy dapat mengintegrasikan bidnag peternakan dengan sector non pertanian. Adopsi teknologi biogas yakni dengan memanfaatkan kotoran ternak untuk diolah menjadi sumber energy di pedesaan. Gas metana dalam biogas dapat dibakar dan menghasilkan energy panas sebagai bahan bakar dan energy listrik.

Selain itu penerapan konsep pengolahan limbah peternakan tentunya harus di dukung dnegan SDM yang unggul pula. Pemberdayaan masyarakat peternak di pedesaan sangatlah penting dilakukan guna meningkatkan kompetensi SDM yang unggul serta model penguatan kelembagaan dengan membuka ruang belajar formal dan informal. Selain itu kompetensi kewirausahaan menjadi poin penting guna mewujudkan peternakan yang terintegrasi sebagai lokomotif ekonomi local pedesaan.

Pengelolaan limbah peternakan apabila di lakukan dengan baik maka akan memberikan manfaat yang amat positif bagi masyarakat luas.